Kamis, 31 Januari 2013

Sudahkah Pendidikan Ners di Indonesia Terstandarisasi?


Sudahkah Pendidikan Ners di Indonesia Terstandarisasi?

Jumlah pendidikan tinggi keperawatan sampai tahun 2010 meningkat pesat yaitu sebanyak 309 jenjang sarjana/ners, 15 jenjang magister/spesialis, dan 1 jenjang doktoral. Banyaknya pendidikan tinggi keperawatan tersebut belum diimbangi dengan peningkatan mutu pengelolaan pendidikan dan berdampak pada lulusan pendidikan tinggi keperawatan. Fakta menyebutkan bahwa sebagian besar pendidikan keperawatan kurang didukung pleh ketersediaan lahan praktik untuk meningkatkan kompetensi peserta didik. Jumlah tenaga pendidikpun masih juga belum memadai yaitu tercatat sebanyak 80% tenaga pendidik masih berkualifikasi sarjana dan minim pengalaman klinik. Hal ini tidak sesuai dengan UU Nomor 14 tahun 2005 yang membahas tentang tenaga pendidik harus memiliki kualifikasi akademik satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan level pendidikan yang diampunya. AIPNI dan PPNI melakukan survei terkait dengan pendidikan tinggi keperawatan di 33 provinsi di Indonesia didapatkan :
1)      22,2% institusi belum mepunyai visi, misi, tujuan, strategi pencapaian realistis.
2)      14,8% institusi tidak melakukan penjaminan mutu.
3)      88,9% institusi dengan mahasiswa drop out (15-20%).
4)      48,1% institusi tidak melakukan pelacakan alumni.
5)      48,1% pengguna menyatakan lulusan tidak sesuai dengan kebutuhan.
6)      25,6% kualifikasi tenaga pendidik tidak sesuai.
7)      63% institusi memiliki perbandingan dosen : mahasiswa yaitu 1 : 30.
8)      70% penerapan kurikulum masih rendah.
Program pendidikan Ners merupakan program pendidikan yang bertujuan menghasilkan perawat professional yang terdiri dari tahap sarjana dan tahap profesi secara integral. Standar pendidikan Ners di Indonesia terdiri dari :
1)      Visi, misi, tujuan
2)      Tata pamong, kepemimpinan, system pengelolaan, dan penjaminan mutu
3)      Mahasiswa dan lulusan
4)      Sumber daya manusia
5)      Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
6)      Wahana pembelajaran klinik dan komunitas
7)      Sarana dan prasarana
8)      Sistem informasi
9)      Pembiayaan
10)  Penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama
Selain standar di atas, program pendidikan Ners harus mempunyai izin yang sah dan berlaku dalam penyelenggaraan program pendidikan Ners dari pejabat yang berwenang, memiliki statute dokumen rencana strategis (kejelasan visi, misi, tujuan, sasaran), nilai-nilai dasar yang dianut dan berbagai aspek mengenai organisasi dan pengelolaan program, proses pengambilan keputusan penyelenggaraan program, dan sistem penjaminan mutu.
Pembahasan tentang masing-masing kriteria akan dikupas tuntas di newsletter berikutnya. 

Direktorat Jenderal Pendidikan dan Penelitian
Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
2011 – 2013

Minggu, 16 Desember 2012

IHT Penulisan Jurnalistik


Halo teman-teman mahasiswa kesehatan Indonesia!

Baru saja tim HPEQ Dikti menyelenggarakan sebuah In House Training: Penulisan Jurnalistik, yang bertempat di Hotel Atlet Century Jakarta. Acara ini juga mengundang perwakilan HPEQ Student, dan diwakili oleh tim media HPEQ Student, yakni Muhammad Jauhar, Enggar Sari K, Vhony Purnamasari, Candrika Dini, dan Lafi Munira. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, kegiatan ini dapat kalian ikuti juga melalui streaming di hpeq.dikti.go.id/streaming dan live tweet melalui @hpeqdikti dan @hpeqstudent.

Secara keseluruhan, acara yang berlangsung selama dua hari (15-16 Desember 2012) ini berlangsung dengan sangat substantif dan menarik. Terdapat tiga sesi materi yang disampaikan secara bergantian.
20121217-065359.jpg
Materi pertama, mengenai pengantar jurnalistik disampaikan oleh bapak Ignatius Haryanto. Dalam penyampaian materinya, kita dikenalkan bahwa suatu kejadian bisa memiliki nilai berita, bila memenuhi beberapa unsur berikut: (1) aktualitas, berupa hal yang terkini; (2) significance, memiliki nilai yang penting; (3) magnitude, bernilai/dampak besar; (4) the unusual, bukan peristiwa yang sering terjadi; (5) conflict, adanya kesenjangan antara fakta dan harapan; (6) proximity, dekat dengan kehidupan kita; (7) prominence, berkaitan dengan orang-orang terkenal; (8) human interest, menyangkut perasaan kemanusiaan. 

Dalam sesi ini, peserta diberikan satu lembar koran dan diminta mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam satu berita. Terbukti, dalam satu berita itu ternyata mengandung berbagai nilai loh teman-teman. Nilai yang paling sering diangkat oleh penulis berita adalah aktualitas.

Malam harinya, sesi kedua diisi oleh Bapak Khairil Azhar. Beliau merupakan penulis The Jakarta Post, dan membawakan materi yang sesuai: Penulisan dalam Bahasa Inggris. Beliau mengatakan, “if you are writing something, use the magic touch!” 

Simulasi dilakukan dengan meminta peserta menuliskan judul artikel yang akan dia buat, dalam Bahasa Inggris. Dengan ‘magic touch’nya, Bapak Khairil mengomentari setiap judul yang dibuat, sehingga lebih menarik. Peserta pun diajak menulis lead (kalimat pendahuluan berita), dan bagaimana mengemasnya menjadi provokatif dan bernilai berita. Menulis artikel Bahasa Inggris lebih mudah dibandingkan dalam Bahasa Indonesia, karena dapat mengkonstruksi kalimat dengan lebih efektif.
Sesi terakhir adalah materi mengenai opini. Tidak tanggung-tanggung, yang menyampaikan materi ini adalah Bapak Tony D. Widiastono (Redaktur Kompas) dan Bapak Doni Koesoema (Penulis Rubrik Opini Harian Kompas). Dipaparkan, dasar dalam menulis opini adalah menemukan pokok persoalan yang penting. Tidak apa-apa kontroversial, asal konsisten dan fokus pada satu isu/ide. Ingat, menulis opini adalah tulisan argumentatif, bukan diskusi.
Pada penutup, Pak Tony menyampaikan pada kita semua, “Catatlah apa yang muncul dalam ingatan/benak Anda, itu akan membantu untuk merangkai kembali apa yang akan ditulis.”
***
Nah, teman-teman, ternyata tulis-menulis itu bukanlah hobinya orang-orang tua belaka. Banyak dari kita yang suka menulis, kan? Terbukti dengan jumlah blogger, tumblr, wordpress dan blog lainnya yang kebanyakan berasal dari kalangan muda. Hanya saja, tulisan kita baru sampai pada tahap untuk konsumsi diri kita sendiri, atau minimal konsumsi komunitas kita saja. Ada begitu banyak hal yang ada di sekitar kita, yang bisa kita tulis. Misalkan saja, mengenai dunia kesehatan, atau pendidikan ilmu kesehatan.

Bapak Tony selaku redaktur Kompas menerima dengan tangan terbuka artikel opini kita tentang dunia kesehatan dan pendidikan kesehatan, karena pada faktanya jumlah penulis bidang tersebut masih terbatas. Ini adalah kesempatan besar, teman-teman! Pak Tony dan Pak Doni pun membuka kesempatan bagi kita semua, bila ingin berkonsultasi soal tulisan kita. Silakan kirimkan tulisan kalian ke:
doni_di_dio@yahoo.com (Pak Doni Koesoema, penulis opini Kompas)
tonny@kompas.co.id (Pak Tonny D. Widiastono, redaktur Kompas)
Lalu, bagaimana dengan HPEQ Sudent sendiri?
Kita punya begitu banyak media yang bisa dijadikan wadah tulisan kalian, teman-teman. Ada newsletter HPEQ Student, dan halama-halaman website www.hpeqstudent.org yang bisa kalian tulis. Untuk teman-teman yang menyukai artikel ilmiah, pasti tidak asing dengan nama BIMKES, kan? Silakan masukkan artikel ilmiah kalian ke www.bimkes.org sebanyak-banyaknya. 

Ayo, budayakan gemar menulis, agar kita tidak hilang dari sejarah.
Salam mahasiswa kesehatan Indonesia!

Direktorat Jenderal Pendidikan dan Penelitian 
Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
2011-2013

Selasa, 16 Oktober 2012


Halo Mahasiswa Kesehatan Indonesia!

Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan workshop online Pelatihan Penulisan dan Publikasi Ilmiah via Video Conference bulan Juli lalu, kini HPEQ Student akan menyelenggarakan kembali workshop online bertajuk HARMONI PENDIDIKAN ILMU KESEHATAN.

Mengapa HARMONI? Karena workshop online ini memiliki konten beragam, antara lain:
  • Pengenalan advokasi oleh Pak Anies Baswedan
  • Sosialisasi Kajian IPE dan Partisipasi Mahasiswa oleh Prof. Dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc, Ph.D
  • Launching website, e-journal BIMKES (Berkala Ilmiah Mahasiswa Kesehatan), dan PTA (Paduan Teknis Advokasi) serta penandatanganannya oleh para sekjen/representatif Ormawa
  • Diskusi interaktif kajian IPE dan Partisipasi mahasiswa

Kapan?
Sabtu, 20 Oktober 2012
Pukul 08.00 - 15.45 WIB

Dimana?
Video Conference dapat diikuti di 26 Pustekkom di Universitas Seluruh Indonesia, antara lain:
Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Jambi, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jember, Universitas Ahman Dahlan, Universitas Hasanuddin, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Riau, Universitas Negeri Tanjung Pura, Universitas Islam Malang, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Islam Nasional Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Haluleo, Universitas Negeri Islam Sultan Agung, Universitas Lampung

Bagaimana mendaftar?
teman-teman yang berminat silakan mendaftar melalui CP Ormawa dibawah ini:
  • Christopher Christian Halimkusuma - CIMSA: 0819 320 28150
  • Hevi Eka Tarsum – ISMKI : 0818 074 60050
  • Ahmad Rais Dahyar – AMSA : 0852 553 77553
  • Farida Fitriana – IKAMABI : 0856 454 36052
  • Amalia Rizqi – ISMAFARSI : 0878 933 85550
  • Abdul Aziz – ISMKMI : 0858 901 50620
  • Yadi Tri Aditya – ILMIKI : 0819 1703 7519
  • Dessy Listya Darani – ILMAGI : 085710835505
  • Yoanita Zahra Afifah – PSMKGI : 085227640320
  • M. Hidayatullah - HIMADIKA : 085251168248

Workshop ini bisa juga diikuti via streaming dan interaktif melalui twitter @hpeqstudent dan facebookwww.facebook.com\hpeqstudent

Untuk pemanasan, silakan lihat e-book Buku Kajian IPE dan Partisipasi serta Panduan Teknis Advokasi di websitewww.hpeqstudent.org

Untuk publikasi, silakan gunakan tiny link: http://tiny.cc/harmonipendidikan.

Salam mahasiswa kesehatan Indonesia! :)

Senin, 16 Juli 2012

-PEPERS 13 NEWS UPDATE-


Halo mahasiswa kesehatan Indonesia!
HPEQ Student adalah jaringan sepuluh organisasi mahasiswa dari 7 program studi kesehatan Indonesia yang mendapat dukungan dari proyek HPEQ Ditjen Dikti Kemendikbud. Kumpulan mahasiswa dalam HPEQ student membawa misi untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa ilmu kesehatan dalam bidang pendidikan, memperkuat karakter profesi, meningkatkan interprofessional education, dan menyiapkan lulusan agar berdedikasi sesuai amanah profesi. Program-program HPEQ Student dibuat dengan tujuan mencapai misi tersebut dan pada tahun ini difokuskan pada bidang kajian, advokasi, pelatihan, publikasi, serta monitoring dan evaluasi.
Salah satu program kerja HPEQ Student dibidang pelatihan adalah untuk mempersiapkan mahasiswa kesehatan akan kewajiban publikasi ilmiah sebagaimana surat edaran Dirjen Dikti. Untuk itu, selain membantu memfasilitasi artikel-artikel ilmiah hasil karya mahasiswa ilmu kesehatan melalui e-journal BIMKES, HPEQ student juga berinisiatif memberikan pembekalan materi mengenai penulisan dan publikasi ilmiah. Untuk menggapai target seluruh mahasiswa kesehatan Indonesia, workshop ini dilakukan secara online melalui video conference. Model online conference ini pun digunakan sebagai pengenalan awal metode komunikasi dan seminar berbasis teknologi, serta sebagai persiapan menuju Konferensi HPEQ 2012 yang berbasis TIK.
Apa acaranya?
-workshop online: Penulisan dan Publikasi Ilmiah, menggunakan video conference
Apa saja materinya?
-kuliah umum, diskusi interaktif, dan telaah artikel bersama
Apa yang akan dibahas?
-pengenalan mengenai artikel dan jenis-jenisnya
-sistematika dan konten artikel ilmiah
-tatacara penulisan artikel yang baku, termasuk membuat referensi, grafik, tabel, gambar
-teknik publikasi
-plagiarisme
-dll
Kapan acaranya berlangsung?
-Sabtu, 21 Juli 2012
-pukul 08.00 - 15.00
Dimana saya bisa mengikuti vicon ini?
-vicon dilaksanakan di +/- 20 Pustekkom seluruh Indonesia, antara lain:
Universitas Syah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Jambi, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponogoro, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jember, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Respati Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Riau, Universitas Negeri Tanjung Pura, Universitas Yarsi, Universitas Islam Malang, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Bagaimana cara saya mendaftar? Apa ini gratis?
-hubungi CP masing-masing Ormawamu. Dan pastikan kamu mendapat tempat di Pustekkom Universitasmu
-GRATIS, tapi tempat terbatas.
Bagaimana bila saya tidak dapat tempat/ universitas saya tidak termasuk dalam daftar?
-workshop masih dapat diikuti melalui streaming di: streaming.dikti.go.id
-video pelatihan akan diupload melalui youtube dan dapat disaksikan di website hpeqstudent.dikti.go.id selesai acara
Bagaimana cara agar artikel saya yang dikritisi saat vicon?
-submit artikelmu ke hpeqstudent@gmail.com plg lambat 19 Juli 2012

pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi CP dibawah ini:
Falah - PSMKGI 087851244696
Rais - AMSA 085255377553
Hanum - ILMAGI 08975841931
Adit - ILMIKI 081917037519
Abdul - ISMKMI 085890150620
Kiki - ISMAFARSI 087893385550
Farida - IkAMABI 085645436052
Chris - CIMSA 081932028150
Hevi - ISMKI 081807460050
Selamat mengikuti workshop.
Salam HPEQ Student!

Direktorat Jenderal Pendidikan dan Penelitian
Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia 
2011-2013

Rabu, 11 Juli 2012


UNICEF INDONESIA

UNICEF Indonesia welcomes applications from qualified national consultant for the term of reference summarized below. Consultants should submit electronically their complete curriculum vitae, updated P11 form accompanied by photocopies of certificates addressed to:

VR-12-011, EPI Consultant)

Closing date:   14 July 2012


REFERENCE no: 12-011

Title:                                       National Consultant: EPI Consultant
Type of Contract:                 SSA (Special Service Agreement)
Duty Station:                         Banda Aceh
Contract Duration:               6 (six) months, July – December 2012


SUMMARY OF THE CONSULTANCY:

The Individual SSA EPI Specialist will support Banda Aceh FO in continuing strengthening Provincial and District capacity for quality service delivery at Posyandu and Puskesmas level to increase immunization coverage, and improve the surveillance system.

Duties and Responsibilities:

Over a period of 6 months, the following task will be accomplished through provision of technical assistance to provincial/district/Puskesmas and Posyandu teams.

§  Familiarize Province wide EPI current data and analysis by desk reviews of existing records, reports (especially endorsement notes of recent consultant), surveys, 2012 work plans/results , lessons learned, other relevant documents and dialogues with partners. Based on desk review findings, SSA will prepare a plan of work for the next 5 months.
§  Using the Reaching Every District Framework analysis, and in consensus with the province/district staff, continue to provide technical assistance in the top 6 priority districts by ensuring that districts have complete quality situation analysis of the Immunization programme with  micro-plans, that highlights mapping of unserved areas, increase in attendance of mothers in puskesmas and posyandu; increase in quality and number of vaccination sessions in posyandu outreach and mobile sessions, uniform use of  single cohort book as basis for recording and reporting and reinforce child/woman defaulter tracking system on immunization.
§  Advocate at Province and District level that BIAS Measles and TT vaccination is conducted in all districts especially in Aceh Barat Daya & Pidie Jaya where BIAS measles was not conducted in first class in 2011. Use surveillance and coverage data reports and analysis as tools for advocacy.
§  Coordinating and assisting in Vaccine Preventable Disease Surveillance and government outbreak investigation response at all levels; using and linking VPD surveillance in coverage performance in the analysis and aim to achieve at least 50% suspected measles cases submit to laboratory test; assist in the organization and facilitation in August Workshop on Surveillance with PHO
§  Evaluate the introduction of the updated Midwife Curriculum in June course in Poltekes Banda Aceh



PROFILE OF THE IDEAL CANDIDATE:

·         Advanced University degree in Publich Health with Medical Doctor background; Specific Technical Knowledge in community-based program in Public Health, immunization, maternal neonatal and child health.  
·         Having at least 6 (six) years of professional work experience in related field of experience dealing with community-based program in public health, immunization, maternal neonatal and child health.
·         Analytical, written and verbal communication skills
·         Proven ability to draft reports in English
·         Fluency in English and Bahasa Indonesia is essential




UNICEF IS A SMOKE–FREE ENVIRONMENT


Info dari Kak Sammy (085722860318) 


Direktorat Jenderal Pendidikan dan Penelitian
Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
2011-2013